Minggu, 02 Juni 2013

Jaringan dan Organ pada Tumbuhan

DOWNLOAD MATERI
 
Standar Kompetensi:
2. Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan serta penerapannya dalam konteks Saling temas

Kompetensi Dasar :
2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkait kannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan

Indikator Pencapaian Kompetensi
· Mengidentifikasi berbagai jaringan pada tumbuhan
· Menyebutkan struktur dan fungsi berbagai jaringan tumbuhan
· Menggambar struktur akar, batang, dan daun
· Membandingkan struktur akar dan batang tumbuhan dikotil dan monokotil


A. JARINGAN PADA TUMBUHAN
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Namun, pada perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel hanya terbatas pada jaringan yang bersifat embrionik. Jaringan yang bersifat embrionik adalah jaringan meristem yang selalu membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan tetapi pembelahannya sangat terbatas. Sel meristem tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan. Jaringan yang terbentuk tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut jaringan dewasa.

Macam-macam Jaringan Pada Tumbuhan

1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah.

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Meristem yang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

b. Jaringan Meristem Skunder
Jaringan meristem ini berasal dari jaringan dewasa, yaitu kambium dan gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Berdasarkan posisi/letak dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.



b. Meristem interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.




c. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya kambiumdan kambium gabus (felogen).






2. Jaringan Dewasa/Permanen

Jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Secara umum, jaringan ini tidak mengalami pembelahan lagi.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, pengangkut, dan gabus.

a. Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis adalah jaringan paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Contohnya, permukaan akar, batang, daun, buah, maupun biji. Jaringan epidermis biasanya terdiri atas selapis sel yang pipih dan rapat. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya dan sebagai tempat pertukaran zat. tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga (guard cell) stomata

Derivat Epidermis

Derivat epidermis adalah suatu suatu bangunan atau alat tambahan pada epidermis yang berasal dari epidermis, tapi memiliki struktur dan fungsi yang berlainan dengan epidermis itu sendiri. Macam-macam derivat epidermis antara lain:

1. Stomata

Stomata adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berl;ainan dengan epidermis.





Fungsi stomata:

· -Sebagai jalan masuknya CO2 dari udara pada proses fotosintesis

· -Sebagai jalan penguapan (transpirasi)\

· -Sebagai jalan pernafasan (respirasi)

Sel yang mengelilingi stomata atau biasa disebut dengan sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup.

Sel penutup letaknya dapat sama tinggi, lebih tinggi atau lebih rendah dari sel epidermis lainnya. Bila sama tinggi dengan permukaan epidermis lainnya disebut faneropor, sedangkan jika menonjol atau tenggelam di bawah permukaan disebut kriptopor. Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian berlapis lignin.


2. Trikoma




Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut. Dijumpai pada seluruh organ : daun, batang, bunga, buah, akar; terutama terdapat pada daun,disebut rambut daun.


3. Sel Silika dan Sel Gabus

Pada Gramineae, di antara sel-sel epidermis yang memanjang, di sebelah atas tulang daun, terdapat sel pendek yang terdiri dari dua tipe sel, yaitu sel silika dan sel gabus. Sel silika dan sel gabus sering kali secara berturut-turut dibentuk dalam pasangan di sepanjang daun.


4. Sel Kipas (buliform cell)



Sel-sel ini berukuran lebih besar dibandingkan dengan sel epidermis, berbentuk seperti kipas, berdinding tipis dan mempunyai vakuola yang besar. Dindingnya terdiri dari bahan-bahan selulosa dan pektin, dinding paling luar mengandung kutin dan diselubungi kutikula. Plasma sel berupa selaput yang melekat pada dinding sel dan berfungsi menyimpan air. Jika udara panas, air dalam sel kipas akan menguap, sel kipas akan mengerut sehingga luas permukaan atas daun akan lebih kecil dari luas permukaan bawah. Oleh karenanya daun akan menggulung dan akan mengurangi penguapan lebih lanjut


5. Lenti Sel





Pada beberapa tumbuhan di permukaan batangnya ada bintik-bintik yang disebut lenti sel. Terjadinya lenti sel adalah apabila pada permukaan batang dulu dijumpai stoma, setelah stoma tidak berfungsi lagi maka stoma akan berubah fungsi menjadi lenti sel (pori gabus). Karena lubang stoma diisi oleh sel koripeloid, yaitu sel-sel yang dindingnya mengandung zat gabus. Sel gabus tersebut berasal dari kambium gabus yang tidak membentuk felem ke arah luar tetapi membentuk koripeloid. Semakin lama semakin banyak sehingga dan dapat tersembur keluar, sehingga dari luar tampak sebagai bintik-bintik.


6. Velamen


Pada akar tumbuhan epifit, tumbuhan yang menempel pada benda lain / tumbuhan lain, jaringan epidermis akarnya berfungsi untuk menangkap dan menimbun air yang diperolehnya. Modifikasi jaringan epidermis ini disebut velamen. Velamen ditemukan umumnya pada tumbuhan keluarga anggrek. Fungsinya: mengikat oksigen dan menangkap air yang diperolehnya


b. Jaringan Parenkim(jaringan dasar/jaringan pengisi)

Jaringan parenkim sering disebut jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Jaringan ini terletak di sebelah dalam jaringan epidermis. Parenkim terdiri atas selsel bersegi banyak dan memiliki bentuk bermacam-macam, seperti berbentuk bulat atau berbentuk seperti bintang. Sel parenkim berfungsi untuk menyimpan air dan cadangan makanan. Cadangan makanan ini disimpan di dalam vakuola dalam bentuk larutan. Selain itu, ada juga jaringan sel-sel parenkim yang memiliki klorofil sehingga mampu melakukan proses fotosintesis. Sel parenkim ini disebut klorenkim.


Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam;
1). Parenkim asimilasi (klorenkim)
adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
2). Parenkim penimbun
adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3). Parenkim air
adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4). Parenkim udara (aerenkim)
adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.


c. Jaringan penyokong (jaringan penunjang)
Untuk penunjang tanaman agar dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang disebut jaringan penyokong. Jaringan penyokong terdiri dari:

1) Jaringan kolenkim
Merupakan jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pektin terutama di bagian sudut-sudutnya. Banyak terdapat pada tumbuhan yang masih muda, yang belum berkayu, merupakan sel hidup.


2) Jaringan sklerenkim
Merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan dari lignin (zat kayu), sel-selnya sudah mati. Menurut bentuknya, sklerenkim dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
- Skelereid (sel batu):
selnya mati, bentuk bulat, dan berdinding keras sehingga tahan tekanan. Contoh : sel-sel tempurung kenari dan tempurung kelapa.
- Serabut-serabut sklerenkim (serat):
selnya dengan bentuk panjang, umumnya terdapat pada permukaan batang.


d. Jaringan pengangkut


Untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun, tumbuhan menggunakan jaringan pengangkut.

Jaringan pengangkut terdiri dari:

1) Xilem (pembuluh kayu)
Xilem disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xilem (pembuluh kayu), parenkim kayu, dan sklerenkim kayu (serabut kayu). Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dan dari dalam tanah menuju ke daun.


2) Floem (pembuluh tapis)
Floem disusun oleh sel ayakan atau tapis, pembuluh tapis, sel pengiring, sel parenkim kulit kayu, dan serabut kulit kayu (sel sklerenkim). Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh. Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut.


Macam-macam ikatan pembuluh angkut.
1) Ikatan pembuluh kolateral, xilem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari-jari (xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar).

Kolateral terbuka, antara xilem dan floem terdapat kambium. Misalnya pada batang tumbuhan dikotil.
Kolateral tertutup, antara xilem dan floem tidak terdapat kambium. Misalnya pada batang tumbuhan monokotil.

2) Ikatan pembuluh bikolateral, xilem diapit floem, terletak pada radius yang sama.
3) Ikatan pembuluh radial, xilem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama, misalnya pada akar.
4) Ikatan pembuluh konsentris, xilem dan floem berbentuk cincin silindris.




Ikatan pembuluh konsentris: (a) amfivasal, (b) amfikribal
keterangan:

Amfikribal, letak xilem di tengah dan dikelilingi floem.
Amfivasal, letak floem di tengah dan dikelilingi xilem.


B. ORGAN PADA TUMBUHAN


Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar, batang, daun.
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh: umbi modifikasi akar, bunga modifikasi dari ranting dan daun.


AKAR
Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

1. Fungsi Akar
    a. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
    b. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
    c. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut


2. Anatomi Akar

Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele





a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.


b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.


c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.


d.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.



BATANG

Batang memiliki bagian buku tempat daun melekat dan bagian ruas yang merupakan bagian di antara dua buku. Pertumbuhan meristem apical antara batang dykotilidoneae dan batang monotylidoneae memiliki perbedaan yang khas. Struktur batang Dykotylidoneae bervariasi, berasal dari meristem apical yang terus menerus membelah, sehingga batang dapat tumbuh memanjang, kemudian tumbuh berdiferensiasi menjadi jaringan primer. Jaringan primer tersebut meliputi bakal daun, tunas ketiak, epidermis, korteks, ikatan pembuluh, dan empulur










gambar anantomi batang


a. Epidermis
biasanya terdiri atas satu lapisan sel yang memiliki mulut daun (stomata) dan rambut (trikomata). Sel epidermis termasuk sel hidup dan mampu bermitosis, berfungsi untuk memperluas permukaan apabila terjadi tekanan dari dalam akibat pertumbuhan sekunder (Estiti, 1995). Dinding sel epidermis tidak mudah ditembus air dan berfungsi melindungi batang/jaringan di bagian dalamnya (Djumhana dkk, 2006).


b. Korteks

adalah daerah di antara epidermis dan sel silinder pembuluh paling luar, biasanya terdiri atas parenkim yang dapat berisi kloroplas, di tepi luar sering terdapat kolenkim dan sklerinkim. Batas antara korteks dan daerah jaringan pembuluh sering tak jelas karena tidak ada endodermis. Pada batang muda jarak (Ricinus communis), misalnya, lapisan sel korteks terdalam dapat berisi pati dan disebut seludang pati. Namun, beberapa dycotiledoneae membentuk pita caspary pada lapisan korteks paling dalam, dan pada beberapa tumbuhan paku menunjukkan endodermis yang jelas


c. Stele

adalah bagian terdalam organ batang tumbuhan, terdiri atas jaringan:

(1) berkas pengangkut, pada tanaman dycotylidoneae terdiri atas xylem dan floem yang tersusun dalam ikatan pembuluh, karena letaknya berdekatan;

(2) empulur, terdiri atas jaringan parenkim, dengan ruang antar sel yang jelas, bagian luarnya terdiri atas sel yang kecil dan rapat, biasanya berisi kelenjar minyak, kristal, dan lain-lain;

(3) perikambium, disebut juga sebagai perisikel, merupakan jaringan yang melingkari pembuluh angkut, bagian dalamnya berbatasan dengan floem primer dan bagian luarnya dibatasi oleh endodermis atau dengan korteks;

(4) jari-jari empulur, terdiri atas sedertan sel seperti pita radier, mulai dari empulur sampai floem, dalam selnya terdapat kristal butir amilum

Struktur batang Monocotyledoneae memiliki meristem apical yang kecil, yang akan berkembang menjadi bakal daun, tunas ketiak, dan epidermis. Jika pada Gymnospermae dan Dycotyledoneae, letak ikatan pembuluh berada dalam lingkaran, , sedangkan pada Monocotyledoneae letaknya tersebar/terpisah-pisah berbentuk kolateral, atau dalam dua lingkaran, tidak ditemukan kambium (kolateral tertutup, sehingga tidak terjadi pertumbuhan sekunder

perbedaan pengangkutan batang dikotil dan monokotil






DAUN

Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap timbuhan memiliki sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang dan tidak pernah terdapat pada bagian lain dari tubuh manusia. Baun biasanya tipis melebar, kaya akan zat berwarna hijau yang dinamakan klorofil. Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirya akan rntuh warna daun berubah menjadi kekungingan. Daun ditopang oleh tangkai daun. Tangkai daun berhubungan dengan tulang tengah. Tulang tengah bercabang cabang membentuk tulang daun.

Secara morfologi, daun yang lengkap mempunyai bagian bgian pokok berupa pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Sedngkan daun tidak lengkap adaoah daun yang tidak memiliki salah satu bagian pokok daun. Daun memiliki bentuk yang beragam mulai dari bentuk helainan daun misalnya bulat telur, pita, garis, jarum, segitiga, jantung dan masih banyak lagi. Bentuk tepian daun misalnya bergerigi, rata, bergigi, berombak, berlekuk, bercangap dan berbagi. Bentuk susunan daun misalnya menyirip, menjari, melengkung dan sejajar. Bentuk ujung daun misalnya runcing, meruncing, tumpul, membulat, terbelah dan berduri.

Secara anatomi, daun memiliki struktur sebagai berikut:

a. Epidermis, berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dati zat kutikula atau kadang lignin. Pada epidermis terdapat stomata yang diapit oleh sel penutup. Stomata ada yang terletak dipermukaan atas saja atau di bawah permukaan saja. Alat tambahan yang terletak pada epidermis adalah trikoma dan sel kipas.

b. Mesofil, terdiri dari sel sel parenkim ang tersusun renggang dan banyak ruang antar sel. Pada kebanyakan daun, mesofil berdeferensiasi menjadi parenkim palisade dan parenkim spons. Sel sel palisade bentukya memanjang, mengandung banyak kloroplas dan tersusunrapat. Parenkim spons bentuknya tidak teraturm bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas dan tersusun renggang.

c. Berkas pengangkut, terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.







16 komentar:

  1. trima ksh kpd sobta,,ini sngat brmanfaat bagi sya..?

    BalasHapus
  2. ibay..oke masama...
    maksh atas kunjungannya...

    BalasHapus
  3. koq gabisa di copy?

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. sama sama mbak shelvi
      makasih kunjungannya

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. bisa di download info ini pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mbak sudah saya beri linknya : file dlm bentuk msword

      Hapus
  7. mas, ini gak bisa dicopy atau didownload ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak gak bisa dicopy...tp dah saya kasih link downloadnya kok
      makasih kunjungannya

      Hapus
    2. udah ada di atas mbak, dibawah judul materi ini

      Hapus
    3. udah ada di atas mbak, dibawah judul materi ini

      Hapus
  8. bang nanya, kenapa sih letak stomata kok gak teratur, fungsinya apaa yaa??
    nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. fungsi stomata sudah ada dimateri neng,
      letaknya tidak teratur sesuai dengan adanya jaringan diatasnya yaitu jaringan bunga karang/jaringan spons dmn bentuk dan sel bentuknya jg tidak terartur dan banyak ruang antar sel, jd letak stomata tidak teratur sesuai dengan rongga antar sel yg terdapat dalam jaringan spons tersebut, ini berfungsi untuk memudahkan porose pertukaran zat,
      demikian neng yg sedikit bisa abang jelaskan, makasih atas kunjungannya

      Hapus
  9. trimakasih ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus